
SERUAN RAKYAT.COM | JAKARTA — Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia (DPP JURI), Zainal Abidin, mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap politik. Menurutnya, memahami politik merupakan bagian penting agar masyarakat mampu mengetahui, mengawal, dan memberikan perhatian terhadap berbagai kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Zainal Abidin dalam konteks pentingnya meningkatkan kesadaran dan literasi politik masyarakat. Ia menilai, masyarakat tidak seharusnya menyerahkan seluruh urusan politik kepada segelintir pihak tanpa memahami proses serta kebijakan yang dihasilkan.
“Kita jangan buta politik. Jika tidak ingin ditipu politisi, maka ikutlah kita berada di dalamnya,” ujar Zainal Abidin.
Menurut Zainal, politik tidak semata-mata berkaitan dengan pemilu, partai politik, ataupun perdebatan di parlemen. Politik juga berkaitan dengan proses pengambilan keputusan publik yang dapat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga pembangunan.
Dalam demokrasi, partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting. Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga menempatkan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pemilu dan pendidikan politik. Bentuk partisipasi tidak hanya berupa penggunaan hak pilih, tetapi juga dapat mencakup pendidikan pemilih, pengawasan, penyampaian informasi, serta keterlibatan masyarakat dalam berbagai tahapan demokrasi.
Zainal menjelaskan, masyarakat yang memiliki pemahaman politik akan lebih mampu melihat bagaimana suatu kebijakan dibuat dan siapa saja yang memiliki kewenangan dalam proses tersebut.
“Kenapa harus kita berpolitik? Karena kepentingan kita terlalu besar jika hanya diurus oleh segelintir orang. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran politik,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam politik seharusnya tidak dimaknai sebagai keharusan untuk terlibat dalam persaingan kekuasaan. Lebih jauh, keterlibatan tersebut dapat diwujudkan melalui sikap kritis, memahami informasi, mengikuti perkembangan kebijakan publik, menggunakan hak politik secara bertanggung jawab, serta mengawasi jalannya pemerintahan.
Bagi Zainal, politik juga merupakan bagian dari strategi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks demokrasi, strategi politik dapat berkaitan dengan gagasan, program, komunikasi publik, maupun proses memperoleh mandat masyarakat melalui mekanisme pemilihan yang berlaku.
“Politik adalah strategi atau permainan. Tetapi permainan politik harus dilakukan dengan cara yang sehat, bersih, transparan, dan jujur,” tegasnya.
Ia menilai prinsip tersebut penting agar kehidupan demokrasi dan pemerintahan dapat berjalan sesuai aturan serta tanggung jawab masing-masing lembaga. Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, kebijakan publik melibatkan berbagai lembaga dan aktor negara sesuai kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Karena itu, Zainal mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi politik sehingga tidak mudah menerima informasi secara mentah, tidak mudah terpengaruh oleh narasi politik yang menyesatkan, serta mampu membedakan antara fakta, opini, dan kepentingan politik.
Menurutnya, masyarakat yang memahami politik memiliki ruang yang lebih besar untuk berpartisipasi secara sadar dalam kehidupan demokrasi. Partisipasi tersebut dapat dilakukan dengan tetap menghormati perbedaan pilihan, mengedepankan kejujuran, transparansi, serta menjaga kepentingan masyarakat luas.
Melalui DPP JURI, Zainal menegaskan pentingnya mendorong partisipasi publik dan literasi politik yang sehat. Baginya, masyarakat bukan sekadar objek dalam proses politik, melainkan memiliki hak untuk memahami, mengawasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.
“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton ketika keputusan-keputusan politik dibuat. Pahami politik, kawal kebijakan, dan gunakan hak politik secara bertanggung jawab,” pungkas Zainal Abidin.
[RED] SEKJEN DPP JURI
0 Komentar